Pages

Jumat, 03 Juni 2016

Tradisi Sega Bancakan

          Sega bancakan yaitu tradisi dari jawa yang memiliki arti sega yaitu nasi dan bancakan Bancakan merupakan suatu istilah adat istiadat atau kebiasaan masyarakat jawa yakni berupa ritual doa atau hajatan yang dilakukan secara bersama-sama atas suatu kepentingan dan harapan tertentu baik itu oleh perseorangan maupun kelompok. 
           Jika kita memperhatikan dengan seksama sebenarnya bancakan merupakan sebuah aktivitas yang isinya adalah permohonan. Inti dari acara ini yaitu memohon atas sesuatu yang diinginkan oleh pemilik hajat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bancakan biasanya dilakukan oleh beberapa orang yakni seorang sebagai pemimpin yang lebih dikenal dengan nama modin, sedangkan orang yang lainnya adalah sebagai saksi. Bancakan sudah dikenal di berbagai daerah hingga di luar Jawa, akan tetapi di daerah Jawa masih kental akan kepercayaan nenek moyang yang dikaitkan dengan bancakan sebagai rasa penghormatan masyarakatnya. Di daerah Pati, Kudus, Demak, Grobogan, dan Blora aktivitas bancakan ini sudah menjadi rutinitas warga. Pelaksanaannyapun beragam, bisa atas dasar perseorangan ataupun kelompok tergantung maksud dan tujuannya.
Bancakan perseorangan.
Untuk bancakan ini prosesi dilakukan oleh seorang tokoh agama setempat, bancakan ini disaksikan oleh orang yang telah diundang sebelumya oleh si pemilik hajat. Kemudian mereka melakukan doa bersama dan pada akhir acara biasanya orang yang telah diundang tadi diberi suatu bentuk imbalan. Kebanyakan imbalan tersebut yaitu berupa makanan siap saji, akan tetapi ada juga yang berupa makanan mentah, pakaian, atau uang tunai. Bancakan perseorangan ini memiliki berbagai jenis ragamnya, seperti tasyakuran, akikah, wiwit, unggah, ruwat, dan manakiban serta bancakan untuk orang yang telah meninggal. Bancakan perorangan juga terkadang diadakan hanya untuk keluarga saja, misal acara misal kumpul keluarga.
Bancakan kelompok
Berbeda dengan bancakan perseorangan, bancakan kelompok merupakan permohonan atas suatu kelompok orang banyak. Ritual ini terkesan lebih mudah dan demokratis. Prosesinya berawal dari semua masyarakat berkumpul dengan kesadaran diri tanpa ada paksaan. Dalam adat ini mereka biasanya 
membawa suatu bentuk makanan yang disebut asahan. Hal ini merupakan suatu sumber kebersamaan. Kemudian, setelah mereka berkumpul, modin memanjatkan doa yang disertai oleh seluruh warga, nah setelah itu baru asahan yang telah dibawa itu dimakan bersama-sama. Tak jarang pula asahan tersebut dibawa pulang oleh masing-masing warga. Bancakan ini memiliki berbagai jenis seperti sedekah bumi, mauludan, megengan, tahun baru, sedekah laut, dan tolak bala.

Gunung Merbabu Via Selo


Kali ini saya akan berbagi pengalaman saya ke gunung merbabu via selo yang menurut saya ini adalah pengalaman yang sangat metal ahaha. who knows saya dan teman saya Chiende pergi pada saat UTS, bukan pada saat UTS berlangsung tapi kita pergi memang pada saat hari dimana kita tidak mendapatkan jadwal UTS. Ok back to the story, pada tanggal 16 mei setelah dari daftar ulang dari kampus kita pergi ke St. Pasar Senen, kita sampai disana sekitar pukul 15.45, karena kita gak tau cara memesan tiket dan gak tau juga tempatnya dimana, disana kita kebingungan and finally kita memutuskan untuk bertanya ke petugas, and waalaaa ternyata loket untuk pemesanan tiket sudah tutup jam 15.30 kita cuma bisa ketawa-ketawa gak jelas, dan tentu saja kita kecewa. akhirnya kita memutuskan untuk kembali lagi ke stastiun besok.
Esok hari setelah selesai kuliah, kita langsung pergi ke stasiun pasar senen, sesampai disana kita masih bingung dengan loket pembelian, kita memutuskan untuk bertanya pada satpam, dan ternyata kita kita tidak perlu keloket untuk membeli tiket karena ada mesin untuk pemesanan tiket, disitu kita hanya bisa berkata “kalo tau gitu kenapa kemarin kita gak kesitu aja, seharusnya kemarin kita udah dapet tiket :v”.
Entah pikiran saya kenapa, dan terganggu oleh apa tiket yang saya pesan adalah tiket pulang terlebih dahulu dan saya tidak mengecek jam keberangkatan. Dan mau tidak mau kita harus membuat rencana karena jadwal keberangkatan dari stasiun purwosari adalah jam 6 sore, dan itu sangat mepet karena kita takut tidak sampai stasiun jam setengah 6. After that kita memesan tiket berangkat dari stasiun senen ke stasiun purwosari.

Kita berangkat dari stasiun pasar senen 19 mei 2016 pukul 12:30 sampai stasiun purwosari pukul 21:52. Selama perjalan menuju stasiun kita sangat bosan, tidak tahu ingin berbuat apa karena perjalanan kita cukup lama.
Pada saat didalam kereta
Sampai di stasiun puwosari kita menunggu fadil, fadil adalah teman chiende dari SMP. Lama menunggu akhirnya kita dijemput, chiende naik motor bersama fadil lalu saya dan zaki naik taxi yang dipesan oleh fadil, kami menuju gerbang belakang kampus UNS, sampai disana saya diantar fadil kekosan perempuan tempat temannya agar aku bisa bersitirahat disana, setelah manaruh semua barang bawaan saya dan fadil pergi untuk makan bersama chiende dan zaki, disebuah warung. Selesai makan saya kembali kekosan untuk istirahat, zaki dan chiende kembali kekosan fadil, sebelum tidur mereka merepacking bawaan untuk besok, tapi saya tidak ikut membantu, karena saya tidak sedang disana hehe.
ini mereka yang lagi repacking :D
            Esok harinya saya dijemput fadil jam 11:00 untuk kekosannya karena setelah sholat jum’at kita akan langsung berangkat ke selo. Sampai dikosannya zaki asik bermain game dan chiende entah dia sedang sibuk apa :D. Sebelum pergi sholat jum’at kami makan di warung, dan setelah itu saya menunggu sholat jum’at selesai disebuah warung depan masjid (sudah seperti anak hilang, yang Cuma bisa clingak clinguk karena tidak tau lagi ingin berbuat apa wkwk). Selesai sholat jum’at saya sholat dzuhur lalu kembali kekosan fadil. Rencana awal setelah sholat jum’at kita berangkat gagal karena ada masalah dengan kurangnya kendaraan. Jam setengah 4 kami berangkat, namun diperjalanan turun hujan deras, kami menunggu hujan reda di SPBU cukup lama, sampai semapt diperkirakan kita gagal naik. Hujan mulai reda pada saat magrib. Namun kita sempat berunding untuk tetap melanjutkan perjalanan atau tidak, salah satu dari kami ada yang tidak bisa ikut karena akan sampai di basecamp larut malam. Oh iya sebenarnya pada saat berangkat dari kosan fadil ada 6 orang yaitu saya, chiende, zaki, fadil, ka bayu, dan satu lagi saya lupa namanya. Dan yang saya lupa namanya itu yang tidak jadi ikut naik. Akhirnya fadil mengantar dia pulang dan kami menunggu fadil kembali. Pukul 19:00 fadil sampai lalu kami melanjutkan perjalanan. Selama perjalanan menuju basecamp kami disuguhkan pemandangan yang sangat indah, namun kami juga dilanda beberapa kendala, yag dari motor yang rodanya tidak benar, motor tidak kuat menanjak, lampu depan motor mati, jalanan yang rusak dan curam, belum lagi ditambah yang keadaan gelap dan sunyi. Sampai di basecamp pukul 22:00.
Fadil memutuskan tidak bisa naik karena esoknya ia ada pertandingan futsalyang tidak bisa ditinggalkan, ia akan pulang saat shubuh. Sampai disana kami makan dan setalah itu istirahat.
ini basecamp temapt kami beristirahat
Fadil dan ka bayu asik berbincang-bincang dengan para pendaki lain yang ada di basecamp, sementara saya dan chiende tidak bisa tidur dan juga pikiran kami tidak tenang karena kami harus pilih salah satu kami dikejar waktu dengan tiket kereta untuk pulang hari saptu pukul 6 sore. Jika ingin kita sampai stasiun tepat waktu kita tidak bisa sampai puncak hanya sampai pos 1 atau 2 lalu pulang, dan kami coba mencari kereta untuk pulang hari minggu dan ternyata sudah habis, kami dilanda kebingungan, dan akhirnya kami memutuskan untuk pulang hari minggu dan membiarkan tiket kereta hangus. Dan untuk pulang kami dicarikan bis oleh fadil. Pada saat itu kita hanya tertawa dan berbicara karena kita cukup metal(nekat) karena hari senin kita da jadwal UTS dan mau tidak mau hari minggu kita harus pulang tepat waktu dan sampai jakarta tepat waktu juga.
Suasana pagi hari di basecamp
sebelum berangkat
Pagi harinya setelah sarapan, dan bersenda gurau, pukul 08:00 pagi kami berangkat. Belum sampai gerbang utama jalur pendakian kami sudah kewalahan, mungkin karena kami terlalu banyak tertawa haha :D, tapi walaupun kewalahan semangat kami msih tetap membara dong.

Kami berjalan selama 8 jam, bukan 8 jam penuh loh ya mana mungkin saya kuat :D sudah pasti kami selingi dengan beristirahat di tengah jalan dan pada sat dipos juga. Karena saya pertama kali mendaki di pikiran saya hanya ada kalimat kuat gak ya sampe puncak?, saya sanggup gak ya?, velyne pasti bisa. Tidak dari suport diri sendiri, selama perjalan chiende tak ada hentinya memberi semangat, entah itu dengan bilang bentar lagi sampe pos loh, diatas papah nunggu kamu, dan para pendaki lain yang kami temui dijalanpun saling memberi suport. Tidak hanya kekhawtiran akan mampu atau tidaknya tapi juga tentang penyakit saya yang terkadang tidak terduga datangnya yaitu maag, itu yang paling saya takutkan, karena walaupun tidak telat makan, seringkali maag itu tetap datang :’(.
Berikut foto-foto yang saya ambil selama mendaki keatas:
 
Yeay kita sampe pos 1 *happy*
Ini kita dipos 2 :)
Ini track yang harus kita lewatin untuk ke pos 2 atau 3 saya lupa :’D
Menuju sabana 1
ini beberapa foto kami dipos 3, disana kami berisitirahat dan menikmati pemandangan yang sangat indah
Lagi masak mie wkwk :D
Sebelum kami berangkat ke sabana 1 kami makan terlebih dahulu, kami memasak mie, dan membuat minuman hangat. Saat mie sudah siap untuk disantap ka bayu ada ide agar kita makan kenyang, kebetulan ada roti tawar, kami membuat roti tawar isi mie haha. Untuk soal rasa menurut saya enak haha maklum kelaperan jadi ya bersyukur juga bisa makan.

                                                                                     
untuk rasa jangan ditanya, ini enak lohh
            Selesai makan kami bersiap berangkat menuju sabana 1, kami menghabiskan waktu kalau tidak salah 3 jam karena kebetulan di tengah perjalan saat naik hujan turun dengan derasnya, karena saya jalan duluan saya hanya dapat berdiam diri mencari tempat yang aman, karena temapt yang aman ditengah-tengah jalan karena sebelah kanan dan kiri ada aliran air dan kebetulan karena hujan aliran itu sangat deras, kebetulan ka bayu dapat menyusul saya namun tidak dapat ketempat saya berdiri karena air yang sanagt deras dan tidak bisa dilewati, dia mendapatkan tempat berteduh dibaah pohon, dan ka bayu menyuruh saya untuk berjalan keatas sedkit untuk berteduh setelah saya kesana ternyata tempat tersebut tidak bisa untuk berteduh karena ada lubang yang sanagt dalam, dan sayapun kembali ketempat awal berdiri ditengah-tengah saat hujan turun dengan derasnya (nb: disini saya berasa jadi patung dengan memasang wajah melas ditengah hujan deras di pegunungan hahaha). Oh iya pada saat chiende dan zaki masih dibawah. Setelah hujan mulai reda saya dan ka bayu menunggu  chiende dan zaki. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke sabana 1.
            Sampai disabana 1 kami mencari tempat untuk memasang tenda, setelah menemukan tempat yang pas kami pun mendirikan tenda, saya hanya bisa membantu sedikit karena saya sudah sangat kedinginan dan sudah tidak kuat. 1 tenda sudah selesai didirikan akhirnya saya disuruh masuk kedalam tenda dan ganti pakaian. Seteleah ganti pakaian saya hanya bisa meringkuk kedinginan didalam tenda. Disitu saya sangat merasa bersalah karena hanya saya yang enak, mereka hujan-hujanan untuk mendirikan tenda yang ke 2, membereskan barang-barang. Setelah tenda 2 didirikan saya pindah ke tenda 2, dan setelah itu istirahat, dan saya melewatkan matahari tenggelam L. Malam yang sangat panjang dan badan saya makin menggigil, chiende menenangkan saya, dan menjaga saya, sampai sampai saya diberi 3 jaket dan itu masih tetap menggigil, badan saya agak panas, chiende memberi saya byebye fever, setelag agak tenang saya tertidur sebentar lalu terbangun, dan saya melihat chiende yang menggigil kedinginan, saya coba menenangkan dia dengan memberi kerudung pashmina saya yang ada didalam tas, dan jaket yang saya kenakan. Setelah dia mulai tenang, kembali saya menggigil kedinginan :D ini ganti – gantian banget hahaha, kami menggigil karena tenda yang kami tempati ini entah kenapa terasa sangat dingin berbeda denga tenda yang zaki tempati sangat hangat.
Next, pagi-pagi kami menunggu sunrise bersama sama, dan menikmati pagi buta di sabana 1 yang sangat dingin, namun sangat ramai. Setelah melihat sunrise, kami masak untuk sarapan pagi, setelah masak dan makan kami membereskan barang-barang kami dan merapikan tenda yang kami dirikan, setelah semua beres, kami turun ke basecamp waktu yang kami habis untuk perjalanan turun adalah 2 jam. Sampai dibasecamp kita isitirahat sebentar lalu kita pulang, dan kami langsung pergi keterminal untuk pulang ke jakarta, samapi dijakrta pukul 06:00. Setelah samapi di pasar rebo, kami berpisah dan pulang keruma masing-masing, saya sih bukan rumah tapi kosan :D, jam 10:30 saya dan chiende UTS. Sekian cerita dari saya, maafkan jika cerita ini membosankan, atau apapunlah itu :D. Yang sudah baca samapi akhir, gomawoyo chingudeul, thank you so much hehe. Oh iya thank you so much chiende udah ngajak saya kesini hehe, arigatou, kamsahamnida, gomawo, kesuwun hehe.

Ini dia foto-foto saat menunggu sunrise, saat sunrise, intinya saat di sabana 1 J






                                               

Sabtu, 28 Mei 2016

Perbedaan Matcha dan Greentea


Apa sebenarnya matcha? Apa beda matcha dengan green tea?
Matcha adalah teh hijau berbentuk bubuk. dihasilkan dari teh hijau yang di giling hingga halus menyerupai tepung.
Matcha sebenarnya salah satu bentuk teh hijau. Beda matcha dan teh hijau adalah sebagai berikut:

1. Teh hijau yang biasa diminum sehari-hari adalah jenis sencha, di mana daunnya dikukus selama beberapa detik untuk mencegah oksidasi. Setelah dikeringkan, lalu dipanggang untuk proses pengawetan. Nah, tidak seperti daun teh hijau yang tidak dikonsumsi, Anda bisa mengonsumsi seluruh bagian daun teh matcha karena telah dikeringkan dan ditumbuk halus. 

2. Karena bentuknya yang bubuk, matcha biasa dijadikan campuran dalam kue, es krim, cokelat, cookies, dan tentunya latte. Teh hijau jarang sekali diproses sebagai bubuk. Namun teh hijau berkualitas tinggi bisa juga dikemas dalam bentuk bubuk, dengan aftertaste sedikit asam dan pahit.

3. Matcha mengandung kafein, polifenol, dan antioksidan lebih tinggi (termasuk EGCG) dan L-Theanine lebih banyak daripada rata-rata teh hijau. Oleh karena itu, para peneliti mengatakan bahwa matcha memiliki kemampuan membakar lemak lebih tinggi, mencegah kanker, menjernihkan pikiran, dan meningkatkan konsentrasi.

4. Matcha cenderung tumbuh di tempat yang lebih teduh daripada teh hijau (karena itu meningkatkan kadar kafeinnya), yang juga membuatnya lebih banyak mengandung klorofil dan kemampuan mendetoksifikasi.

5. Teh hijau bisa dikemas sebagai teh celup, tapi matcha tidak. Karena begitu daun matcha dipanen, lalu dikeringkan dan ditumbuk jadi bubuk. Kemudian, bisa langsung diseduh dengan air panas dengan pengaduk dari bambu.

6. Warna matcha hijau terang berkat kadar klorofilnya yang lebih tinggi, tapi juga lebih pekat. Sedangkan teh hijau lebih gelap warnanya, tetapi lebih jernih.

7. Teh hijau memiliki rasa yang lebih segar, sedangkan matcha lebihcreamy. Rasanya cenderung seperti rumput laut. Tidak seperti teh hijau, matcha tidak meninggalkan aftertaste apa pun.

Manfaat Kesehatan
Teh hijau berada dalam kelas makanan super karena memberikan nutrisi tingkat tinggi dan menawarkan berbagai manfaat kuat melawan penyakit. Teh matcha memiliki banyak manfaat kesehatan, antara lain:
Metabolisme: Matcha menciptakan efek termogenik, yang berarti bisa meningkatkan metabolisme tubuh sehingga Anda bisa membakar lebih banyak kalori. Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa katekin dalam teh mampu mengurangi lemak tubuh dan menurunkan kolesterol LDL. Teh ini juga terbukti bisa menjaga kadar gula darah yang sehat dengan memperlambat konversi karbohidrat menjadi gula sederhana.
Detoksifikasi: Teh matcha bermanfaat pada saluran detoksifikasi tubuh dalam beberapa cara. Warna hijaunya berasal dari senyawa yang disebut klorofil -yang ditemukan pada matcha dalam konsentrasi tinggi karena tumbuh di tempat teduh. Klorofil bermanfaat untuk mengeluarkan racun dan logam berat dari dalam tubuh.
Alkalinitas: Tidak seperti kopi yang bersifat asam, klorofil yang bersifat basa mampu menjaga pH yang sehat dalam tubuh. Alkalinitas juga membuat matcha lebih lembut pada pencernaan.
Fungsi otak: Para biksu telah menggunakan matcha selama berabad-abad untuk membantu mereka bermeditasi dalam jangka waktu yang lama. Matcha mengandung asam amino L-theanine dalam jumlah tinggi yang dapat meningkatkan konsentrasi dengan cara menghadirkan fokus yang menenangkan.
Mood: Tingginya kadar L-theanine juga dapat mengurangi kecemasan dan mendorong suasana hati yang seimbang.
Energi: Teh matcha mengandung hampir dua kali lipat kafein teh hijau biasa, tetapi lebih sedikit dari kopi. Jangan khawatir, kafein itu diimbangi oleh L-theanine, sehingga memberikan energi yang terfokus dan tenang tanpa perasaan gelisah.
Sistem kekebalan tubuh: Teh hijau kaya akan katekin polifenol yang merupakan antioksidan kuat dan penghancur radikal bebas. Salah satu yang paling ampuh dari katekin adalah epigallocatechin gallate (EGCG) yang terbukti mampu memberikan efek perlindungan terhadap kanker. Sebuah studi tahun 2011 menemukan bahwa jumlah EGCG dalam matcha 137 kali lebih tinggi dari teh hijau tradisional China.
Kesehatan kulit: Kapasitas polifenol si penghancur radikal bebas yang ada dalam teh matcha dapat melindungi kulit Anda dari polusi lingkungan dan pengrusakan UV sehingga mendukung anti-penuaan dan pencegahan kanker pada kulit.
Kesehatan oral/nafas: Teh matcha memiliki sifat antibakteri, sehingga mendukung kesehatan mulut yang baik dan tidak membuat nafas Anda bau kopi!
Banyak sekali bukan khasiat teh matcha? Namun berhati-hatilah jika Anda mencoba matcha latte di kedai kopi lokal Anda karena mungkin sarat dengan gula dan susu. Studi menunjukkan bahwa katekin kurang efektif bila dikonsumsi dengan protein, sehingga teh matcha paling bagus dikonsumsi sendirian. Jika Anda ingin latte, jangan tambahkan gula dan pilih susu non-sapi. Selamat mencoba.
Sumber :
  • http://www.sajiansedap.com/article/detail/813/beda-matcha-dan-green-tea
  • http://www.kembangpete.com/2015/06/05/apa-manfaat-teh-matcha-teh-hijau-bubuk-untuk-kesehatan/


Kesenian Berokan Indramayu

Kesenian_Berokan_Indramayu_dan_Sejarahnya

Berokan adalah kesenian khas Indramayu dan sebagian wilayah Cirebon. Seni ini dimainkan oleh seorang yang bertindak sebagai pemain inti dengan menggunakan pakaian yang terbuat dari karung goni ditambah dengan ijuk dan serpihan tambang dan kaca, dengan kepala yang terbuat dari kayu yang mulutnya bisa digerakan buka tutup sehingga menimbulkan bunyi plak... plak.. plok….. Warna kedoknya merah dengan mata besar yang menyala, ekornya terbuat dari kayu yang dicat belang-belang merah. Dalam mulut pemainnya ada semacam pluit (disebut sempritan dalam bahasa Indramayu) yang terbuat dari bambu atau plastik.

Sejarah Kesenian Berokan

Menurut tuturan riwayat yang diwariskan secara turun-temurun di kalangan senimannya, berokan adalah warisan Pangeran Korowelang atau Pangeran Mina, seorang penguasa laut Jawa di wilayah Cirebon dan Indramayu. Namun terdapat pula tuturan yang juga diwariskan di kalangan seniman berokan, bahwa berokan merupakan kreasi Mbah Kuwu Sangkan atau Pangeran Cakrabuana, ketika menyebarkan syiar Islam ke wilayah Galuh, sebagaimana yang dilakukan oleh para wali, dalam menyebarkan agama Islam menggunakan pertunjukan sebagai media syiar agama, ditujukan agar dapat mudah diterima dilingkungan budaya pada saat itu.
Ada pendapat bahwa kata berokan berasal dari kata "barokahan" (keselamatan). Namun nampaknya keterangan tersebut hanya sebuah kirata (bahasa Sunda, yang artinya dikira-kira namun tampak nyata), sebuah gejala yang umum terjadi di dalam penamaan jenis seni rakyat.
Kesenian_Berokan_Indramayu_dan_Sejarahnya

Bentuk Kesenian Berokan

Bentuk berokan yang dekat dengan bentuk-bentuk mitis totemistik dari binatang seperti buaya, wajah raksasa, dll., menunjukkan adaptasi budaya pada saat tersebut.
Pertunjukan berokan ini sangat populer di wilayah Cirebon dan Indramayu. Pada awalnya dilakukan sebagai bagian dari upacara ruwatan dalam menanggulangi pageblug (epidemi penyakit), ritual saat menempati rumah baru, dll. Namun, dewasa ini pertunjukan berokan sudah jarang sekali dijumpai boleh dikatan hampir punah, tidak seperti tari topeng yang sekarang sudah banyak sanggarnya sebagai revitalisasi budaya.
Berokan atau disebut juga Bengberokan dimainkan juga pada upacara Ngunjung Buyut, yaitu upacara untuk menghormati arwah leluhur di pekuburan desa-desa tertentu. Berokan merupakan kedok yang dibuat dari kayu, yang bentuknya mirip dengan buaya atau naga. Warna kedoknya merah dengan mata besar yang menyala, dengan mulut dapat digerakkan (dibuka–tutup) sehingga menghasilkan bunyi "plak-plok". Tubuhnya terbuat dari bekas karung beras yang dijahit sedemikian rupa sehingga mampu menutupi pemainnya, dan mengesankan tubuh binatang yang besar dan berbulu (ditambahi ijuk dan serpihan tambang), kemudian disambung kayu yang dibuat mirip seperti ekor dengan warna belang-belang merah putih, runcing sehingga ujungnya mirip ekor ikan cucut. Berokan biasanya dimainkan secara bergantian.
Pada umumnya para pemain berokan adalah laki-laki. Untuk melibatkan penonton, Berokan digerak-gerakan dengan lincah, kedoknya dimainkan seakan-akan mau mengigit penonton. Efek spontanitas ketakutan penonton (terutama anak-anak) dimanfaatkan oleh pemain Berokan untuk semakin garang dan menghibur.
Pertunjukan Berokan diawali dengan tetalu dan kidung dalam bahasa ibu (Indramayu atau Cirebon), dilanjutkan dengan tarian Berokan yang lambat, perlahan-lahan untuk kemudian menjadi naik turun dan bergairah. Pertunjukan Berokan akan lebih menarik lagi, jika dimainkan di atas pecahan kaca (beling) dan menari-nari di atas bara api. Apabila pertunjukan Berokan dikaitkan dengan upacara tertentu, biasanya dilakukan Kirab Sawan, yakni upacara penyembuhan atau untuk keselamatan dan keberkahan. Kirab Sawan dilakukan setelah sesajen dan persyaratan lainnya lengkap.
Musik pengiring Berokan sangatlah sederhana, terdiri dari kendang, terebang, kecrek, dan bende (gong kecil) yang dimainkan oleh enam orang. Musiknya memang terasa monoton, namun demikian dinamika kadangkala muncul dari kendang dan kecrek, bersahutan dengan suara plak-plok dari kepala Berokan yang terbuka dan tertutup. Untuk terus lestari kini kesenian Berokan telah sedikit dimodifikasi dengan alat musik yang lebih modern, yaitu dilengkapi gitar dan piano dan juga pentas memenuhi undangan khitanan dan syukuran lainnya. 

Pendapat Lain 

Selain menurut tuturan sejarah diatas juga ada pendapat lain berdasarkan hasil pendataan dan wawancara dengan beberapa tokoh seniman Indramayu, diketahui seni berokan lahir pada masa Prabu Pari Kesit menjadi Raja Amarta.
Pada saat Prabu Parikesit menjadi Raja Amarta, keadaan Negara di ambang kehancuran gangguan keamanan dan wabah penyakit terus berdatangan. Prabu Parikesit merasa kebingungan untuk mengatasinya.
Setelah beberapa lama berpikir, ahirnya Prabu Parikesit menemukan strategi untuk mengatasi hal ini. Maka dipanggilah seorang putranya dan diprintahkannya untuk membuat sebuah lukisan hutan beserta isinya, yang dipasang di perbatasan Kerajaan Amarta. Strategi ini ternyata berhasil mengelabui musuh. Maka kembali Prabu Parikesit menyuruh seorang putranya untuk membuat lukisan laut beserta isinya.
Dari hasil lukisan itu ada bentuk kapala ikan tanpa badan. Maka untuk menyempurnakanya dibuatlah barong kapala ikan, dengan dilengkapi samping dari kulit kambing dan badannya terbuat dari karung goni. Wujud baru ini diberi nama "Rongrong Barong" yang artinya rorong itu tempat ikan tinggal (ada). Akhirnya Rongrong Barong itu difungsikan untuk pertunjukan. Pada perkembangannya Rongrong Barong itu berubah nama menjadi Berok atau Berokan.

Makna Yang Terkandung Dari Kesenian Berokan

Ada beberapa makna yang dapat disimpulkan dari pertunjukan Berokan ini:
  • Makna mitis yaitu sebagai media penolak bala yang menjadi awal mula fungsi Berokan. Dengan mempertunjukan Berokan, dipercayai bahwa bala telah ditolak, dan dipercayai akan mendatangkan kebahagiaan.
  • Makna sinkretis karena Berokan digunakan sebagai media dakwah pada masa awal penyebaran syiar Islam di wilayah Cirebon.
  •  Makna teatrikal karena Berokan beraksi menari, mengejar, dan memainkan kepalanya serta berbaur dengan spontanitas penonton yang merasa takut bercampur gembira.
  • Makna universal, karena Berokan memiliki kemiripan bentuk dengan Barongsay dan Chilin dari Tiongkok, mahluk-mahluk naga dari Eropa Purba.
SUMBER :
http://www.tosupedia.com/2015/09/kesenian-berokan-indramayu-dan-sejarahnya.html